Artikel ini adalah
sedikit informasi mengenai Cara Membedakan Situs Asli dengan Tiruan. Simak
langsung penjelasannya ya !
Belajar Dunia Internet - Seiring
dengan perkembangan teknologi, akhir-akhir ini banyak bermunculan situs-situs
web palsu. Website tersebut dibuat oleh pemiliknya dengan membuat tampilan template
nya semirip mungkin dengan website aslinya.
Website adalah kumupulan
informasi atau halaman yang bisa diakses melalui internet. Setiap orang di
manapun dan kapanpun bisa menggunakannya selama terhubung dengan jaringan
internet (online). Di dalamnya banyak
terdapat informasi yang dapat membantu penggunanya.
Website selayaknya
menjadi media yang dapat memudahkan kita (penggunanya) untuk mendapatkan
berbagai kemudahan maupun mendapatkan informasi. Bahkan di era sekarang ini,
website sudah dapat digunakan sebagai media jual beli.
Namun sangat disayangkan,
semakin kesini semakin banyak juga beredar situs web yang ternyata bukan situs
asli. Bisa juga dibilang sebagai situs web abal-abal. Maka alangkah baiknya,
jika kita mengantisipasi nya dengan mengetahui cara membedakan situs asli
dengan situs kw atau abal-abal.
Sebelum kita masuk
ke cara membedakan situs web resmi dengan situs web tiruan, tidak ada salahnya
jika kita kupas sedikit kenapa ada orang yang membuat situs kw atau situs
tiruan ?
Setiap orang yang membuat
situs web tiruan memiliki tujuannya sendiri-sendiri. Ada yang membuatnya hanya
untuk menunjukkan skill nya di hadapan publik, ada yang membuat situs tiruan
untuk mencari uang, ada juga yang membuat situs palsu untuk mencari mangsa.
Bagaimana hacker
pemilik situs bisa membuat situs tiruan ? membuat tampilan dan domain serta sub
domain semirip mungkin dengan situs aslinya. Lantas, apa manfaatnya mencari
mangsa ?
Kita ambil contoh,
situs yang menyerupai situs facebook.com. si hacker membuat websitenya sangat
mirip dengan situs resmi facebook. Kemudian ada orang yang tidak menyadari
perbedaannya, lalu log in akun facebooknya di situs kw tersebut.
Nah, si hacker
pemilik situs kw tersebut bisa menggunakan data log in orang tersebut dengan
mudah. Teknik pencurian akun ini biasa disebut dengan teknik phising. Lalu apa manfaatnya untuk si
hacker ? mungkin si hacker bisa menggunakannya untuk tools jasa follower (auto
follower) atau autolike dan sejenisnya. Tapi balik lagi, tujuan dibuatnya
tergantung si hacker pemilik situs itu sendiri.
Teknik phising juga
digunakan saat kita mengakses situs tools seperti autolike, autocomment,
autofollow, dan sejenisnya yang membutuhkan akses masuk ke akun social media
kita.
Biasanya, saat kita
log in di situs tersebut, kita akan diminta untuk memberikan akses token. Jika kita
melakukan instalasi token, maka sama saja akun kita telah hangus, si hacker
pemilik situs tersebut bisa dengan mudah mengakses akun kita.
Jadi, alangkah baiknya
jika kita tidak log in akun media sosial kita ke situs kw ataupun melakukan
instalasi token ke website-website yang tidak jelas dan tidak dapat
dipertanggungjawabkan.
Jika sudah
terlanjur log in di situs palsu atau melakukan instalasi token apakah akun kita
masih bisa di amankan ? tentu bisa. Caranya dengan mehapus aplikasi dari situs
tempat kita log in tersebut di pengaturan dalam akun media sosial kita. tapi
ingat, mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Lalu bagaimana cara
membedakan website asli dengan website supercopy ? pada dasarnya, tidak ada
rumus mutlak untuk membedakan keduanya. Tapi paling tidak kita bisa mencoba
sedikit waspada. Baiklah, buat teman-teman yang suka berselancar di dunia
internet, mari kita pelajari bersama cara membedakan situs web yang asli dengan
situs web yang abal-abal.
1. Mengetahui Situs
Aslinya
Cara pertama yaitu
dengan tahu situs aslinya, seperti facebook.com, twitter.com, instagram.com,
dan lain sebagainya. Jika kita sudah mengetahuinya maka akan sangat mudah kita
bisa membedakan situs truannya.
2. Melihat Namanya (url)
Cara kedua yang dapat
kita lakukan yaitu dengan melihat nama websitenya. Yang namanya domain atau
alamat web tidak mungkin sama, jadi untuk membedakannya silahkan lihat domain
dan sub domainnya.
Pastikan bahwa situs web
yang kita akses sudah benar ya, karna semakin kesini semakin banyak teknik
hacking dengan metode typosquatting atau url hijacking. Tenik tersebut
memanfaatkan orang-orang saat melakukan typo dalam menulis url. Seperti facebook
menjadi faceboook dan lain sebagainya.
Lalu kok ada
m.facebook.com ya ? itu asli atau tidak. Hmmm, itu asli kok, “m” itu hanya
sebagai mode mobile saja.
3. HTTP
atau HTTPS ?
Sepintas
memang tidak ada bedanya. Namun jika kita lihat lebih dalam situs web yang
menggunakan http gambar gemboknya terbuka, sedangkan https gambar kemboknya
tertutup. S = Secure.
Jika kita
bicara soal situs web resmi yang memberikan layanan (social media) ini jelas
sangat berpengaruh. Namun ini tidak berlaku untuk personal blog. berbeda dengan
situs resmi, blog lebih santai dan terbuka. Jadi kita harus pintar-pintar
membedakannya ya.
4. Cek
Keamanannya
Website
resmi harusnya dilengkapi dengan footer berupa logo atau link yang mengacu pada
penyedia keamanannya. Jika kita tidak menemukan footer tersebut bisa jadi
website tersebut bukanlah situs resminya.
5.
Domain Berbayar Belum Tentu Asli
Semakin
kesini semakin murah harga dari sebuah domain, bahkan untuk yang .com saja ada
yang hanya 100 ribu-an per tahun, bukan tidak mungkin jika si hacker membeli
domain untuk situsnya agar mudah mengelabuhi tergetnya. Tetap waspada ya guys.
6. Jangan
Percaya dengan Iklan-Iklan Hadiah
Kita semua
pasti sudah pernah menjumpai yang namanya iklan hadiah. Entah itu berbentuk
kuis atau langsung menyatakan kita mendapatkan suatu hadiah. Jika kita menemui
hal serupa, tidak usah percaya. Itu sangat tidak realistis. Mana ada orang yang
mau memberikan hadiah mahal secara cuma-cuma ?
Jika kita
ingin sesuatu, alangkah baik nya jika kita berusaha, baik dengan bekerja maupun
dengan menabung. Bukan malah megharapkan kuis-kuis tidak jelas seperti itu. Berbeda
dengan giveaway, giveaway merupakan salah satu trik promosi. Yang secara tidak
langsung sebenarnya menguntungkan bagi si pembuat giveaway tersebut.
Tapi juga
jangan mudah percaya dengan giveaway-giveaway yang beredar. Karna sekarang ini
marak sekali giveaway-giveaway palsu dengan mengiming-imingi handphone. Kalo kita
pikir, sangat tidak realistis.
Dengan langkah-langkah
membedakan situs web resmi dengan kw di atas, semoga kita semua bisa terhindar
dari penipuan berbentuk phising maupun typosquatting. Semoga akun social media kita juga tidak lagi log in
di situs yang salah. Semoga bermanfaat, silahkan sisipkan pendapat maupun
komentar anda di bawah


0 Comments